Kamis, 26 April 2018

PUI Bahan Aktif Laut melakukan Sinergi Riset Biopolimer

Pada Senin (2/04/2018) telah dilakukan pertemuan dalam rangka membangun Sinergi Riset antara PUI Bahan Aktif Laut (BAL) dengan PUI Material Medis (MM).  Bertempat  di Pusat Teknologi Material, BPPT,  pertemuan dihadiri oleh para peneliti dari kedua belah pihak dan dipimpin oleh Dr. Agus Hadi Santosa, MSc, perekayasa  utama Pustek Material sekaligus penangung jawab R&D PUI MM. Pada kesempatan tersebut PUI MM menjelaskan fokus riset yang sedang dilakukan khususnya yang terkait dengan material medis, yaitu keramik, metal dan biopolymer. Dari hasil diskusi teridentifikasi bahwa beberapa polimer asal biota perairan berpotensi untuk memperbaiki performa material biokeramik atau hidroksiapatit (HAp). Saat ini produk HAp yang ada dipasaran lebih dari 95% berasal dari impor dan banyak digunakan seperti sebagai bone-fillerbone-scaffold, maupun drug carrier untuk penyakit tulang. Tindak lanjut dari pertemuan awal ini adalah penyusunan rencana kegiatan riset bersama yang akan difokuskan pada beberapa biopolymer potensial asal biota perikanan seperti kitosan, alginate, kareginan dan kolagen  dengan Output berupa paten produk dan publikasi ilmiah bersama serta pemanfaatan fasilitas riset bersama.


Disadur dari :http://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/v2/index.php/pui-bahan-aktif-laut-melakukan-sinergi-riset-biopolimer/

KUNJUNGAN COOE AUSTRALIA KE PTM BPPT DAN PENANDATANGAN MOU DALAM RANGKA KERJA SAMA DI BIDANG MATERIAL MEDIS UNTUK ALAT KESEHATAN

Tangerang Selatan (22/02/2017), Pusat Unggulan Iptek (PUI) Teknologi Material Medis - PTM BPPT menerima kunjungan dari COOE Pty., Ltd. Australia yang diwakili oleh Mr. Joe Mifsud dan Dr. Stephen Clarke. COOE Pty. Ltd., merupakan lembaga privat yang memiliki tim peneliti yang berkompetensi tinggi, insinyur dan manajer dalam bidang sains dan manajemen sumberdaya alam. COOE Pty. Ltd., berpengalaman di Penelitian dan Pengembangan yang mengarah ke komersialisasi produk dan kekayaan intelektual. COOE bekerjasama dan memiliki jejaring dengan industry, pemerintah, dan lembaga riset, universitas di Australia untuk melaksanakan training, riset, dan pengembangan teknologi baru dengan penekanan pada komersialisasi.
Mr. Joe Mifsud sebagai Principal Scientist dan Chief Executive Officer of COOE, sedangkan Dr. Stephen Clarke selaku Associate Research and Development Polymer Chemistry, dan sebagai Program Manajer of COOE. Perwakilan COOE diterima oleh Dr. Ir Agus Hadi Santosa selaku Kepala Program Kegiatan Inovasi Teknologi Biomaterial Implan untuk Alat Kesehatan (Alkes) beserta seluruh personil yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Tim Alkes ke kantor COOE Oktober 2016 silam, di kota Adelaide, Australia Selatan, dimana acara tersebut termasuk dalam Program Training Riset-Pro Non-Gelar Kemenristekdikti 2016.
Dalam rangkaian acara kunjungan ini, telah ditandatangani juga Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara COOE yang diwakili Mr. Joe Mifsud dan BPPT oleh Kepala BPPT Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc. Acara penandatanganan MoU dan PKS ini diadakan di Auditorium BPPT, Jl. MH. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat. MoU membahas riset bersama dan pengembangan material titanium untuk alat kesehatan di antara kedua belah pihak, dan kerjasama dalam komersialisasi produk implant tulang SS316L hasil litbangyasa PTM BPPT di Australia.
Terkait dengan kunjungan oleh COOE ke Pusat Teknologi Material, diadakan juga Focus Group Discussion (FGD) dengan topik “Implementation of Joint Research and Development of Medical Materials for Medical Devices” serta kunjungan ke fasilitas Laboratorium Teknologi Material – Pusat Teknologi Material BPPT. Acara ditutup dengan 1st Joint Technical Meeting COOE - Pusat Teknologi Material. Dalam kunjungan ini diharapkan dapat terjalin kerjasama yang baik diantara kedua belah pihak dalam bidang material medis untuk alat kesehatan

Disadur dari :http://pui.ristekdikti.go.id/index.php/news/news_detail/NEkxXD2

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT BIPHASIC CALCIUM PHOSPHATE/ALGINAT 5wt% SEBAGAI MATERIAL INJECTABLE BONE SUBSTITUTE

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL) mengenai sintesis dan karakterisasi komposit biphasic calcium phosphate (BCP)/alginat sebagai material injectable bone substitute. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis serta mengetahui unsur-unsur yang terkandung pada komposit tersebut. Penelitian ini diawali dengan sintesis BCP menggunakan teknik mekanik yakni penggabungan hidroksiapatit dan tri kalsium fosfat. Hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2) yang digunakan adalah jenis komersial berasal dari BPPT Serpong-Banten, tri kalsium fosfat (Ca3(PO4)2) produksi Lianyungang Kede Chemical Industry co.ltd, dan alginat hasil ekstraksi rumput laut (Sargassum sp.) yang diperoleh dari BATAN Serpong-Banten. Komposit dibuat melalui pencampuran fase serbuk BCP dan fase liquid dengan perbandingan berat  3:5. Pengujian komposit terdiri dari uji densitas, uji porositas, uji degradasi, dan uji tekan. Komposit dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red Spectrophotometer (FTIR). Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai densitas sebesar 1.96 g/cm3, porositas sebesar 61.78 %. Laju degradasi maksimal tercapai pada perendaman selama 7 hari yaitu 19.67% dan batas kuat tekan maksimal mencapai 1,476 MPa. Analisis FTIR menunjukan bahwa adanya gugus fungsi O-H (hidroksil), C=O (asam karboksilat), dan gugus fungsi fosfat (P=O dan P-O) yang terbentuk pada komposit biphasic calcium phosphate (BCP)/alginat.

Kata kunci: alginate, biphasic calcium phosphate, injectable bone substitute



Nama Mahasiswa                    : Sri Harjanti
Nomor Pokok Mahasiswa       : 1317041044
Jurusan                                    : Fisika
Fakultas                                   : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
PEMBIMBING PTM                : M.DACHYAR.EFFENDI
LABORAN & PEMBIMBING LAP : LUKMANA, DIAH, FITRI,HENNY

PENGARUH KOMPOSISI HA/TCP TERHADAP KOMPOSIT HA-TCP-GELATIN-CMC SEBAGAI BAHAN INJECTABLE BONE SUBSTITUTE

ABSTRAK
Data WHO pada tahun 2009 menyebutkan bahwa lebih dari 30% wanita di dunia mempunyai resiko untuk mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Proses utama yang terjadi dalam osteoporosis adalah adanya penurunan densitas tulang yang berakibat pada kerapuhan dan patah tulang. Salah satu alternatif yang digunakan dalam mengatasi osteoporosis yakni dengan menambahkan material pengisi tulang yang berbentuk suspensi, pengaplikasiannya dilakukan dengan cara disuntikkan kedalam celah-celah tulang akibat osteoporosis yang disebut injectable bone substitute. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi material pengisi tulang berbasis Hidroksiapatit, tri-calcium phosphate, gelatin dan carboxymethyl cellulose dengan perbandingan HA:TCP sebesar 70:30 ; 50:50 dan 40:60. carboxymethyl cellulose 2% digunakan sebagai suspending agent. Karakterisasi yang diuji meliputi uji Fourier Transform Infra Red (FTIR), densitas, porositas, sweliing ability, degaradasi dan kuat tekan. Hasil uji FTIR menunjukkan bahwa gugus fungsi dari bahan-bahan pembentuknya terdapat di dalamnya seperti gugus fungsi fosfat (PO43-) gugus fungsi karboksil dan gugus fungsi NH2. Uji densitas menunjukkan hasil 1,72 g/cm3;A, 1,68 g/cm3;B, 1,59 g/cm3;C. Uji porositas menunjukkan hasil 53,40%;A, 78,64%;B, 88,41%;C. Uji Swelling ability menunjukkan hasil 30,79%;A, 46,85%;B, 55,37%;C. Uji degradasi menunjukkan hasil 7,33%;A, 8,1%;B, 8,25%;C. Dan uji tekan menunjukkan hasil 13,53MPa;A, 10,14MPa;B, 3,76MPa;C. Komposisi yang menghasilkan komposit terbaik terdapat pada sampel B dengan perbandingan HA:TCP sebesar 50:50.

Kata kunci: osteoporosis, injectable bone substitute, hidrokdisiapatit, tri-kalsium fosfat, carboxymethyl cellulose.

NAMA MHS : MOCHAMAD SOLEHUDIN

No Mhs: 13612036
PEMBIMBING PTM : M.DACHYAR.EFFENDI
LABORAN & PEMBIMBING LAP : LUKMANA, DIAH, FITRI,HENNY

PENGARUH VARIASI CMC (carboxymethilcellulose) TERHADAP PASTA BIOKOMPOSIT (HA:TCP)-GELATIN : CMC SEBAGAI INJECTABLE BONE SUBTITUTE (IBS)

ABSTRAK
Salah satu alternatif yang digunakan dalam mengatasi defak tulang yakni dengan metode Injectable Bone Subtitute (IBS), yakni dengan cara menginjeksi material bone filler pada tulang penderita. pada penelitian ini dilakukan pembuatan pasta biokompsit (HA:TCP)-Gelatin : CMC yang digunakan sebagai material bone filler. penelitian ini menggunakan variasi pada CMC, yakni 4:0.5, 4:1, 4:1.5. Pada perbandingan 4:0.5 terjadi kesulitan saat proses injeksi dibandingkan dengan kedua perbandingnnya, hal ini dikarenaan kandungan CMC. Dilakukan karakterisasi pada setiap perbandingan setelah pengeringan, dimana didapatkan nilai densitas 1.6 g/cm-1 – 2 g/cm-1, nilai degradasi 8.9% - 9.8%, nilai porositas 13% - 27 %, interkoneksi pori 100 μm – 800 μm, dan kuat tekan 17 MP.a – 26 MP.a. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa sampel belum memenuhi standar bone filler dari segi biological requirement , karena nilai porsitas dan interkoneksi pori yang belum sesuai standar. Komposisi sampel pada penelitian ini cocok untuk aplikasi tulang yang memerlukan keporian rapat dengan kuat tekan yang tinggi.

Kata kunci : Injectable bone subtitute, hidroksiapatit, trikalsium fosfat, CMC


NAMA : HERA JULITA
NIM : 13612131
PEMBIMBING PTM : M.DACHYAR.EFFENDI
LABORAN & PEMBIMBING LAP : LUKMANA, DIAH, FITRI,HENNY

Kamis, 19 April 2018

IndoHCF Innovation Award II-2018

Produk inovasi implant tulang SS 316L dari Pusat Teknologi Material BPPT @ptm_bppt terpilih sebagai 5 finalis di IndoHCF Award 2018.

Panitia mengadakan voting juara favorit IndoHCF Innovation Award II-2018.

Ayo dukung dengan voting "Juara Favorit" yang diselenggarakan melalui facebook Indonesia Healthcare