Senin, 15 Agustus 2016

Sel tulang : osteoblast, osteoclast, osteocyte

There are three special types of cells that are found only in the bone.
These cell names all start with "OSTEO" because that is the Greek word for bone.

OSTEOCLASTS are large cells that dissolve the bone. They come from the bone marrow and are related to white blood cells. They are formed from two or more cells that fuse together, so the osteoclasts usually have more than one nucleus. They are found on the surface of the bone mineral next to the dissolving bone.
OSTEOBLASTS are the cells that form new bone. They also come from the bone marrow and are related to structural cells. They have only one nucleus. Osteoblasts work in teams to build bone. They produce new bone called "osteoid" which is made of bone collagen and other protein. Then they control calcium and mineral deposition. They are found on the surface of the new bone.
When the team of osteoblasts has finished filling in a cavity, the cells become flat and look like pancakes. They line the surface of the bone. These old osteoblasts are also called LINING CELLS. They regulate passage of calcium into and out of the bone, and they respond to hormones by making special proteins that activate the osteoclasts.
OSTEOCYTES are cells inside the bone. They also come from osteoblasts. Some of the osteoblasts turn into osteocytes while the new bone is being formed, and the osteocytes then get surrounded by new bone. They are not isolated, however, because they send out long branches that connect to the other osteocytes. These cells can sense pressures or cracks in the bone and help to direct where osteoclasts will dissolve the bone. 

kenali tulang kita (bag. 2) - Struktur molekuler tulang dan pertumbuhan tulang



Struktur Molekuler Tulang


Tulang manusia dan hewan sama-sama terdiri atas kolagen, molekul protein

yang besar, yang merupakan 90% elemen organik tulang. Molekul-molekul kolagen membentuk serabut-serabut elastik pada tulang tapi pada tulang dewasa, kolagen mengeras karena terisi bahan anorganik hydroxyapatite. Kristal-kristal mineral ini dalam bentuk calcium phosphate mengisi matriks kolagen. Serabut-serabut protein dan mineral ini membuat tulang memiliki dua sifat, yaitu melunak seperti karet bila mineral anorganiknya rusak atau mengeras (bila direndam dalam larutanasam); atau retak dan hancur bila kolagen/organiknya rusak (bila direbus/dipanasi). (Indriati,2004) 




Jenis-Jenis Bone Graft



Persyaratan dasar bahan graft adalah harus dapat diterima secara imunologis dan harus mempunyai potensi osteogenik serta harus mempunyai sifat osteokonduksi dan osteoinduksi.   Bone graft dapat dikelompokkan menjadi empat tipe umum yaitu autograft apabila tulang diambil dari individu yang sama. allograft apabila tulang diambil dari individu yang beda dengan spesies yang sama, xenograft, apabila tulang diambil dari spesies yang berbeda serta graft bahan sintetis.

Autograft

Bahan autograft terdiri dari tulang kortikel, konselus, atau kombinasi keduanya dan bisa didapatkan dari ekstra oral ataupun intra oral. Pengalaman klinis menunjukkan bahwa tulang konselus memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih besar. Hal ini disebabkan tulang konselus memiliki komposisi yang kurang padat. Walaupun demikian tulang ini lebih sulit diambil dan biasanya tersedia dalam jumlah yang terbatas. Oleh karena itu sebagian besar kasus kerusakan tulang diisi dengan kombinasi tulang kortikol dan konselus dengan prosentase tulang kortikol yang lebih besar. Tulang yang berasal dari intra oral dapat diambil dari koagulum tulang, tuberositas maksila, soket bekas pencabutan atau linggir tak bergigi.

Penggunaan sumsum tulang dari daerah ekstra oral memiliki beberapa kerugian seperti prosedur pengambilannya yang memakan waktu lama, biaya mahal serta sering berefek traumatik terhadap pasien. Bahan dari luar mulut dapat diambil dari tulang Ilium.


Jenis Jaringan tulang Kortikal dan Kanselus

Jaringan tulang, atau jaringan osseus, adalah jenis jaringan ikat yang digunakan dalam pembentukan tulang. Tulang melindungi organ vital dan membantu mendukung tubuh. Hal ini terutama terdiri dari kolagen, atau ossein, serat, dan sel-sel tulang yang disebut osteosit. Ada dua jenis jaringan tulang, disebut sebagai tulang kortikal dan tulang kanselus.
Tulang kortikal juga dikenal sebagai tulang kompak atau padat, dan sebagian besar badan tulang yang terbuat dari jenis tulang. Hal ini sangat kuat dan padat, dan itu membuat bagian luar keras tulang. Permukaannya halus dan putih, dan ditutupi oleh selaput tipis disebut sebagai periosteum, yang memegang kapiler dan juga memberikan tendon dan otot sesuatu untuk menempel padanya.
Ada dua jenis jaringan tulang kortikal juga, yang dikenal sebagai tulang pipih dan woven (mirip anyaman). Lempengan sangat kuat dan terbuat dari lapisan terorganisir serat ossein. Sebagian besar tulang dalam tubuh orang dewasa yang terbuat dari tulang pipih. Tulang woven dibuat sangat cepat oleh sel yang disebut osteoblas, dan itu jauh lebih lemah daripada pipih. Pada ossein serat yang membentuk jenis jaringan biasanya diatur dalam pola terorganisir, dan biasanya dibuat untuk membantu memperbaiki patah tulang sampai dapat diganti dengan bahan yang lebih kuat.
Tujuan tulang kortikal termasuk perlindungan, dukungan, dan penyimpanan mineral. Karena jaringan ini begitu kuat, itu adalah apa yang melindungi organ vital dan membantu mendukung berat tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium, juga disimpan dalam tulang kortikal sampai tubuh mempunyai kebutuhan untuk mereka.

Kenali tulang kita

KLASIFIKASI TULANG

Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Rangka manusia terdiri dari 206 tulang. Sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).
Sekarang mari kita bahas satu persatu !